BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM......
Banyak kalangan menolak kewajiban mengenakan jilbab bagi setiap muslimah. Mereka mengira bahwa ajaran yang mewajibkan kaum wanita untuk menutup diri, tidak bergaul bebeas dengan laki-laki, dan lebih banyak tibggal di rumah, adalah ajaran kuno, keras, tidak sesuai dengan perkembangan zaman, melanggar HAM, dan sedera cap buruk lainnya.
Menurut mereka, salah satu faktor penyebab kemunduran umat islam ialah karena diterapkannya jilbab atas wanita. Entah dengan logika apa opinni ini bisa laris di masyarakat kita. Tapi yang jelas semuanya tak lepas dari makar musuh-musuh Allah untuk mengeksploitasi wanita dengan segala cara.
Penetrasi budaya Barat terhadap masyarakaat Indonesia telah sedemikian dalam. Mulai dari pergaulan bebeas, cara berpakaian, pendidikan, sampai masalah ketuhanan sekalipun harus merujuk ke Barat. Hal-hal yang telah baku dalam agama -seperti wajibnya jilbab atas wanita- harus ditinjau ulang dengan kacamata liberalisme dan HAM.
Dengan seribu satu alasan mereka berusaha menggagalkan setiap ajakan untuk menjagga kesucian wanita. Maklumlah, mereka adalah antek-antek bangsa Eropa dan Amerika yang terkenal sebagai pemuja syahwat, yang tak sanggup melewatkan tiga menit tanpa berfikir tentang seks. Mereka menganggap seruan berjilbab bagi wanita sebagai ancaman besar yang menggangu kepentingan mereka. Mereka ingin agar wanita selalu tersedia di mana saja dan kapan saja mereka inginkan.
Namun anehnya, semakin hari semakin banyak wanita yang tertipu dengan propaganda mereka. Makin banyak wanita yang mau dieksploitasi dan dilecehkan kehormatannya.
Ingatlah, sejarah telah terulang. Mereka yang tak mengambil pelajaran dari masa lalu yang memilukan, pasti akan terjerumus dalam tragedi yang sama. Mereka yang lupa atau tidak tahu bagaimana kondisi wanita sebelum Islam, pasti akan terjerumus dalam keadaan yang sama nantinya.Wallohu 'alam.
Naudzubillahi min zalik
dikutip dari buku"Lautan Mukjizat Di Balik Balutan JILBAB"
karyaSUFYAN BIN FUAD BASWEDAN
dikutip dari buku
karya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar